Lebih dari 3 Dekade Mengabdi
Sejarah Pesantren
Pondok Pesantren Nurul Huda yang berlokasi di Desa Kedungboto Porong Sidoarjo berdiri pada tahun 1991, didirikan oleh KH. Syamsul Huda, Lc., M.Sy. Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Huda bermula dari keingingan tokoh-tokoh masyarakat pada waktu itu serta atas saran dan persetujuan dari Drs. KH. Anas Al Ayyuby yang merupakan mertuanya sendiri.
Cikal bakal keberadaan pondok pesantren Nurul Huda dimulai dari dua orang santri yang berasal dari Madura dan Kota Surabaya, yang mana orang tua dari kedua santri tersebut merupakan orang yang sangat mengenal KH. Syamsul Huda sehingga tidak ragu meminta dan mempercayakan putranya untuk menuntut ilmu dan berkhidmah kepada beliau. Keyakinan tersebut menjadi lazim dilakukan karena melihat kompetensi dan sanad keilmuan yang dimiliki oleh KH. Syamsul Huda yang merupakan alumni pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan kemudian melanjutkan kuliah di Islamic University Of Madinah (al-Jamiah al-Islamiyah bi al-Madinah al-Munawwarah) Saudi Arabia melalui jalur beasiswa.
Pada saat menerima amanah dua orang santri belum tersedia bangunan asrama pondok sehingga keberadaan dua orang santri tersebut kemudian ditempatkan di salah satu kamar Ndalem beliau yang sekaligus juga sebagai ruang pembelajaran.
Tidak lama dari itu, semakin banyak masyarakat terutama dari Surabaya dan Madura yang mengamanahkan putra-putranya untuk mengaji kepada beliau sehingga memaksa beliau harus membangun sebuah asrama pondok untuk tempat penginapan dan proses belajar mengajar para santri yang bi taufiqillah secara sadar kemudian disambut baik oleh masyarakat dengan wujud menghibahkan sebidang tanah yang kebetulan lokasinya berada tepat disebelah Ndalem beliau untuk dibangun asrama santri. Dan secara gotong royong kemudian terbangunlah sebuah asrama santri dua lantai dengan empat lokal yang kemudian diresmikan sebagai Pondok Pesantren Nurul Huda.
Pondok pesantren Nurul Huda pada awal mulanya hanya menerima santri putra, namun seiring dengan berjalannya waktu banyak orang tua dan masyarakat yang menginginkan anak perempuannya juga memperoleh kesempatan untuk menimba ilmu agama kepada beliau, sehingga hal itu kembali memaksa beliau pada tahun 1994 membangun asrama santri baru yang lokasinya sekitar +50 m dari asrama pondok pertama. Dan alhamdulillah berkat dukungan banyak pihak dan sumbangsih masyarakat pembangunan asrama santri dua lantai yang memiliki 8 (delapan) lokal di atas tanah hasil infaq masyarakat dapat diselesaikan yang kemudian digunakan sebagai asrama santri putra. sedangkan asrama pondok pertama digunakan sebagai asrama santri putri.
Sebagai sebuah pondok pesantren, pada awal perkembangannya pondok pesantren Nurul Huda lebih berkonsentrasi dan berorientasi hanya pada pendidikan dan pendalaman ilmu Agama saja (tafaqquh fi al-ddin). Namun seiring dengan berjalannya waktu serta wujud dari implementasi kaidah “al-Akhdzu Bi al-Jadid al-Ashlah”, dan juga dalam merespon keinginan masyarakat terhadap perlu adanya lembaga pendidikan formal bagi para santri maka, Pondok Pesantren Nurul Huda kemudian mendirikan unit pendidikan formal berupa SMP Nurul Huda dan dalam jangka waktu tiga tahun kemudian mendirikan SMA Nurul Huda.
Profil KH. Syamsul Huda:
KH. Syamsul Huda adalah putra dari seorang Kiai yang berasal dari Tanah Merah Bangkalan Madura yang bernama KH. Ma’shum bin Manshur. Dan beliau merupakan menantu pertama dari Drs. KH. Anas Al Ayyuby, seorang Kiai kharismatik di Kabupaten Sidoarjo dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah Jatirejo Porong Sidoarjo yang kemudian berubah nama menjadi Pondok Pesantren Abil Hasan As Syadzili.
Riwayat Pendidikan KH. Syamsul Huda dimulai dari pendidikan dasar dan Madrasah Diniyah di tanah kelahirannya Desa Kendaban Tanah Merah Bangkalan Madura, kemudian melanjutkan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, dan kemudian melanjutkan kuliah di Islamic University Of Madinah (al-Jamiah al-Islamiyah bi al-Madinah al-Munawwarah) Saudi Arabia. Selepas lulus S-1 beberpa tahun kemudian beliau mengambil studi S-2 di Universitas Islam Malang (UNISMA).
Pendirian Pesantren
KH. Syamsul Huda Ma'shum Lc., M.Sy. mendirikan Pondok Pesantren Nurul Huda di Kedungboto, Porong dengan beberapa santri pertama. Kegiatan belajar dilakukan di mushola sederhana.
Pembangunan Asrama Pertama
Dibangun asrama putra pertama untuk menampung meningkatnya jumlah santri. Madrasah Diniyyah mulai terstruktur dengan jenjang Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.
Yayasan PP Nurul Huda Al Ayyuby
Diresmikan Yayasan PP Nurul Huda Al Ayyuby sebagai payung hukum pesantren. Mulai dibuka pendidikan formal SMP Nurul Huda.
Pembukaan Pondok Putri
Pondok Putri resmi dibuka untuk menerima santriwati. SMA Terpadu Nurul Huda juga mulai beroperasi.
LPTQ & Program Tahfidz
Didirikan Lembaga Pendidikan Tahfidzul Qur'an (LPTQ) dengan target hafalan 30 juz. PKBM Nurul Huda juga dibuka untuk program kesetaraan.
Digitalisasi & Modernisasi
Pesantren mulai mengadopsi teknologi digital: PSB Online, Sistem Informasi Santri, dan program pelatihan desain grafis & multimedia untuk santri.
Menuju Pesantren Modern Terdepan
Dengan lebih dari 1.500 santri aktif, 150+ guru, dan ratusan alumni tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara, PP Nurul Huda terus berkembang mewujudkan visi pesantren modern yang tetap menjaga tradisi salafiyah.
Tertarik Mendaftar?
PSB Tahun Ajaran 2026/2027 sudah dibuka. Daftarkan putra-putri Anda sekarang untuk masa depan gemilang!
