A. Profil
SMA Nurul Huda berdiri tiga tahun pasca SMP Nurul Huda didirikan tepatnya pada tahun 2005. Keberadaan SMA Nurul Huda tidak jauh berbeda dengan SMP Nurul Huda yaitu dalam rangka memberikan akses lanjutan pendidikan formal kepada para santri.
B. Visi dan Misi
Visi
Menjadi sekolah yang amanah dalam membentuk generasi Khoirul Ummah.
Misi
Mewujudkan generasi yang Bertaqwa, Berilmu, Beramal, dan Berakhlaqul karimah, serta memiliki keteladanan produktif berdasarkan bakat dan minat.
C. Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan Pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 19).
Kurikulum SMA Nurul Huda memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum genuine pesantren yang mengintegrasikan Ilmu dan Akhlak dan pembentukan karakter belajar siswa yang memilki kecerdasan intelektual dan spiritual.
Kurikulum Nasional
Kurikulum nasional SMA Nurul Huda mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah serta bersifat global dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kurikulum Genuin Pesantren
“Semua ilmu penting, tapi pendidikan agama wajib menjadi pondasi semua ilmu. Tidak ada yang patut dibanggakan dari prestasi anak didik kita jika untuk sekedar membaca kitab sucinya dan memahami cara beribadah dalam agamanya mereka tidak bisa. Pendidikan itu bukan tentang kita dan hari ini, tapi tentang keshalihan generasi masa depan.” (G.M)
Kurikulum Genuine Pesantren SMA Nurul Huda disiapkan untuk mendampingi dan menyempurnakan kurikulum nasional. Selain berorientasi pada pencapaian akademis, kurikulum SMA Nurul Huda juga fokus pada pembentukan karakter siswa yang berwawasan global namun tetap memiliki pondasi Pendidikan agama Islam yang kuat.
Kurikulum Genuine Pesantren meliputi Pendidikan dan Tahfidz Al-Qur’an, Pendidikan Diniyah, dan Bahasa.
#Komponen Utama Kurikulum PesantrenPendidikan dan Tahfidz Al-Qur'an: Setoran hafalan (ziyadah) dan murajaah rutin setiap hari.
Pendidikan Diniyah: Pembelajaran Fiqih, Aqidah, Akhlak, Tarikh Islam dan Islam Nusantara (aswaja).
Program Intensif dan Pembiasaan
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Inggris secara Intensif dan Aplikatif serta pembiasaan sehari-hari.
Pembinaan Generasi Pancasila: Mewujudkan generasi yang cinta tanah air (hubbul wathon minal iman), menghafal, dan menjadikan Pancasila sebagai konsep, pemikiran, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari
Pengenalan Teknologi: Mewujudkan generasi sadar dan adaptif teknologi, serta menjadikan teknologi sebagai penunjang inovasi serta produktifitas (technopreneur).
Penguatan Pendidikan Karakter dan Kemandirian.
Reading Culture/Budaya Membaca: Menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca secara rutin sebagai langkah fundamental peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.
D. Pembelajaran
- اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ . ( العلق )
- مَنْ أَخْطَاءَ الطَّرِيْقَ ضَلَّ لَا يَنَالُ الْمَقْصُوْدَ قَلَّ أَوْ جَلَّ. (تعليم المتعلم)
“Barangsiapa salah jalan/metode maka dia akan tersesat dan tidak akan memperoleh apa yang diinginkan sedikit atau banyak ”.
Pembelajaran di SMP Nurul Huda bersifat integratif dan transformatif serta efektif dan efisien dengan metode; Baca, Tulis, dan Amalkan (BTA):
a. Membaca “Reading Based Learning”: (Melihat, Memahami, Menganalisa).
Pembelajaran yang menekankan siswa untuk membaca, memahami dan mengalisa setiap materi pelajaran, serta menumbuh kembangkan kompetensi kognitif dan afektif siswa.
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ . (العلق)
b. Menulis “Writing Based Learning” :
Membangun leterasi dan mengembangkan potensi diri siswa serta kemampuannya dalam menuangkan pemikiran atau perasaan, ide atau gagasan ke dalam tulisan yang terstruktur.
- الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ. (العلق)
- عن عمر بن الخطاب: قَيَّدُوْا الْعِلْمَ بِالْكِتَابَةِ. (رواه الحاكم في المستدرك)
c. Mengamalkan “Practice Based Learning”:
“Pembelajaran yang mengajak siswa untuk berperan aktif mengamati, memperhatikan dan mempraktekkan ilmu pengetahuan atau pelajaran yang diperoleh secara langsung. Proses ini melibatkan tahapan aspek kompetensi siswa meliputi; kognitif, psikomotorik, dan afektif”.
- عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ . (العلق)
- مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ رَزَقَهُ اللّٰهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَكُنْ (يَعْلَمْ)
MODEL PEMBELAJARAN
E. Program Intensif dan Pembiasaan:
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Inggris secara Intensif dan Aplikatif serta pembiasaan sehari-hari.
Pembinaan Generasi Pancasila: Mewujudkan generasi yang cinta tanah air (hubbul wathon minal iman), menghafal, dan menjadikan Pancasila sebagai konsep, pemikiran, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari
Pengenalan Teknologi: Mewujudkan generasi sadar dan adaptif teknologi, serta menjadikan teknologi sebagai penunjang inovasi serta produktifitas (technopreneur).
Penguatan Pendidikan Karakter dan Kemandirian.
Reading Culture/Budaya Membaca: Menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca secara rutin sebagai langkah fundamental peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.
F. Pengabdian Masyarakat
Program pengabdian masyarakat adalah program pengamalan ilmu yang telah diperoleh siswa terhadap masyarakat. Pengabdian masyarakat berbentuk penugasan siswa ke sekolah-sekolah sekitar atau Lembaga Pendidikan berbasis masyarakat sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Mulai dari pembelajaran Al-Qur’an, Pendidikan Diniyah, Bahasa, dan Teknologi.
