LPTQ (Lembaga Pendidikan & Tahfidzul Qur'an)
Kurikulum
Kurikulum Pendidikan Al-Qur’an dan Tahfidz di Pondok Pesantren Nurul Huda disusun untuk mewujudkan santri mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar berdasarkan standar kompetensi lulusan yang ingin dicapai.
Pembelajaran
Pembelajaran Pendidikan dan Tahfidz al-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Huda menggabungkan model klasikal dan individual. Dalam hal ini, metode pembelajaran al-Qur’an dan tahfidz yang diterapkan di pondok pesantren Nurul Huda secara umum adalah:
Metode tatap muka (direct metode) Talaqqi/Musyafahah, yaitu Guru membacakan ayat, kemudian santri menirukan bacaan guru dengan benar.
Metode bi al-Nadẓar atau disebut juga dengan metode qira’ah, yaitu santri membaca ayat-ayat al-Qur’an yang akan dihafal secara berulang-ulang untuk mempercepat hafalan al-Qur’an.
Metode Ziyadah, yaitu santri menambah setoran satu hari minimal satu halaman.
Metode Muraja’ah, yaitu santri mengulang bacaan dan hafalan dihadapan guru.
Pembelajaran Pendidikan dan Tahfidz A-Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Huda dilaksanakan sehari tiga kali dengan alokasi waktu empat jam dan satu jam pembelajaran 60 menit.
Pembelajaran dibimbing langsung oleh guru al-Qur’an dan tahfidz, dan dalam setiap halaqah masing-masing terdiri dari 10-15 santri dan diampu oleh 1 Guru.
Tertarik Mendaftar?
PSB Tahun Ajaran 2026/2027 sudah dibuka. Daftarkan putra-putri Anda sekarang untuk masa depan gemilang!
